Setelah sesi penyuluhan, peserta mengikuti praktik secara langsung pembuatan bakmie karet berbahan daun kupu-kupu dengan pendampingan dari tim dosen dan mahasiswa. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama serta pengisian evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kepuasan peserta. Potensi Pangan Lokal: Daun kupu-kupu dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bakmie karet untuk menghasilkan produk pangan inovatif dengan karakteristik warna alami sekaligus berpotensi meningkatkan nilai tambah produk. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya diversifikasi pangan bergizi serta terbatasnya peluang usaha rumah tangga di Dukuh Kepuh. Padahal, wilayah tersebut memiliki potensi sumber daya lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk pangan inovatif dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Melalui pelatihan ini, daun kupu-kupu dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan bakmie karet yang tidak hanya memberikan karakteristik warna alami, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai gizi produk. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi sosialisasi dan penyuluhan mengenai gizi dan diversifikasi pangan, pelatihan praktik pembuatan bakmie karet daun kupu-kupu, pendampingan mengenai pengemasan produk dan pengelolaan usaha sederhana, serta evaluasi hasil kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal yang komprehensif bagi peserta untuk mengembangkan usaha pangan skala rumah tangga secara mandiri.
Para ibu rumah tangga aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, berdiskusi mengenai teknik pengolahan, serta berbagi ide terkait peluang pemasaran produk di lingkungan sekitar. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu rumah tangga aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, berdiskusi mengenai teknik pengolahan, hingga berbagi ide terkait peluang pemasaran produk di lingkungan sekitar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperluas diversifikasi konsumsi pangan bergizi, sekaligus membuka peluang usaha baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Sarjana Terapan Tata Boga UNY berharap hasil inovasi yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sinergi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat menjadi wujud nyata kontribusi UNY dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pangan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
















