Dosen Tata Boga UNY Sulap Dapur Tradisional Semanu Gunungkidul Jadi Atraksi Wisata Gastronomi "Semanu Pawon Experience"

SEMANU, UNY – Tim Dosen Program Studi Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Pelatihan Paket Wisata Gastronomy Experience Berbasis UMKM: Transformasi Dapur Tradisional Menjadi Atraksi Wisata di Semanu" pada Selasa (5/5/2026) di Kapanewon Semanu, Gunungkidul. Program ini diketuai oleh Rika Nuryani Suwarno, M.Pd., bersama anggota tim Dr. Minta Harsana, A.Par., M.Sc., Afia Fauziah, M.Sc. dan Fajar Nur Cahyani, M.Pd. 
Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner lokal serta anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Semanu. Berfokus pada produk unggulan lokal Sego Berkat, kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan keterampilan warga dalam mengemas potensi kuliner karst menjadi paket wisata bernilai ekonomi tinggi, sekaligus meningkatkan standar kebersihan ruang dapur tradisional (pawon). 
Empat Pilar Inovasi Vokasional
Melalui pendekatan experiential learning, tim dosen melatih warga secara terstruktur melalui empat pilar kegiatan utama:

  1. Pemetaan Potensi Gastronomi dengan menjadwalkan inventarisasi bahan pangan kering lokal (singkong, tiwul, gatot) serta kelengkapan lauk Sego Berkat (oseng tempe, bihun, telur pindang lambat, daging sapi suwir) berselimutkan aroma khas pembungkus daun jati segar.
  2. Pelatihan Storytelling Gastronomi dengan membekali peserta dengan kemampuan menarasikan filosofi Sego Berkat—mulai dari sejarahnya sebagai hidangan kenduri hingga makna kebersamaan—dalam durasi narasi 5 menit yang komunikatif.
  3. Restrukturisasi Higiene Pawon Tradisional dengan mentransformasi dapur tradisional menjadi berkonsep open kitchen yang higienis melalui pembuatan ventilasi silang, pemasangan cerobong asap (exhaust fan tradisional), penyediaan alat pelindung diri (celemek dan penutup rambut), serta fasilitas cuci tangan.
  4. Pemanduan Wisata Interaktif dengan melatih warga untuk memandu wisatawan dari proses memetik empon-empon di kebun, mempraktikkan meniup bara api (luweng) menggunakan pipa bambu (semprong), hingga meracik dan membungkus Sego Berkat. 

"Program ini merupakan wujud kontribusi nyata akademisi Prodi Tata Boga dalam menerapkan keilmuan vokasional di masyarakat. Kami berharap melalui paket 'Semanu Pawon Experience', dapur tradisional tidak lagi dianggap sebagai area belakang yang kotor, melainkan aset atraksi budaya kuliner yang memiliki nilai jual tinggi," ujar Ketua Tim Pengabdi, Rika Nuryani Suwarno. 
Program pengabdian ini didanai penuh oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui dukungan DRPM UNY serta berkolaborasi dengan pengelola Kampung Emas Gunungkidul.