Program Community Service Tim Dosen Sarjana Terapan Tata Boga hadir di Sekolah Indonesia Singapura dengan membawa semangat pelestarian budaya Nusantara melalui kegiatan Pelatihan Aneka Lipatan Daun & Samir.

Tim dosen Program Studi Sarjana Terapan (D4) Tata Boga, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program Community Service di Sekolah Indonesia Singapura dengan menghadirkan kegiatan Pelatihan Aneka Lipatan Daun dan Samir. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi dalam upaya melestarikan budaya Nusantara di kancah internasional.

Kegiatan yang berlangsung pada 21–24 Februari 2026 ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan keterampilan teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk mengenal lebih dalam filosofi serta nilai historis yang terkandung dalam tradisi seni melipat daun, yang selama berabad-abad telah menjadi bagian penting dalam berbagai upacara adat, perayaan, dan kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari berbagai teknik lipatan daun dan pembuatan Samir, yang sering digunakan sebagai elemen dekoratif dalam sajian tradisional maupun acara adat. Para dosen memberikan pendampingan secara langsung sehingga peserta dapat memahami proses pembuatan sekaligus makna simbolis yang terkandung di dalamnya.

Melalui tangan-tangan terampil serta semangat cinta tanah air, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk merayakan kebudayaan Nusantara agar tetap hidup dan berkembang, bahkan di tengah kehidupan modern masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

Tim dosen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh civitas Sekolah Indonesia Singapura atas sambutan yang hangat serta dukungan yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah kecil namun bermakna dalam memperkenalkan sekaligus menjaga keberlanjutan budaya Indonesia di tingkat global.