Dosen D4 Tata Boga UNY Kembali Raih Best Presenter di Konferensi Internasional Tokyo
Submitted by admin on Wed, 2026-02-18 09:37
Kabar membanggakan kembali datang dari dunia akademik Indonesia. Arum Widyastuti Perdani, dosen D4 Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta sekaligus mahasiswa S3 Ilmu Pangan di Universitas Gadjah Mada, berhasil meraih penghargaan Best Presenter pada ajang International Conference on Composite Materials and Material Engineering (ICCMME) yang diselenggarakan di Tokyo University of Science, Jepang, pada 28-30 Januari 2026.
Konferensi bergengsi tersebut dihadiri lebih dari 122 profesor, akademisi dan peneliti dari berbagai negara, termasuk Jepang, Italia, Singapura, Qatar, Brasil, Jerman, Prancis, Meksiko, Cina, Kuwait, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Peru, Taiwan, Thailand, Malaysia, India, dan Indonesia. Keynote speaker pada konferensi ini adalah Prof. Jong Hak Kim dari Yonsei University, Korea Selatan. Sementara invited speakers di antaranya Prof. Domenico Pirozzi dari University of Naples Federico II dan Assoc. Prof. Chih-Chieh Wang dari National Sun Yat-sen University.
Pada sesi Biobased and Sustainable Polymer Composite Materials, Arum mempresentasikan hasil penelitian disertasi tahap akhirnya mengenai pengembangan kemasan pangan aktif dan cerdas berbasis ekstrak kulit rambutan yang dikopigmentasi dengan asam galat dalam matriks biopolimer ramah lingkungan. Paparan tersebut memicu diskusi ilmiah yang mendalam, khususnya terkait karakteristik oxygen permeability serta analisis gugus fungsi yang terbentuk dalam sistem komposit film.
Berkat penyampaian yang sistematis dan berbasis data kuat, Arum dinobatkan sebagai Best Presenter di antara para presenter oral lainnya. Prestasi ini menjadi pencapaian keduanya secara berturut-turut di ICCMME, setelah sebelumnya juga meraih penghargaan yang sama pada konferensi tahun lalu yang diselenggarakan di Yonsei University, Korea Selatan.
Menurut Arum, keikutsertaan dalam konferensi internasional ini memberikan masukan strategis bagi pengembangan risetnya sekaligus membuka peluang kolaborasi global. “Diskusi dengan akademisi dari berbagai negara memberikan perspektif baru dan memperkuat arah pengembangan inovasi kemasan pangan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal Indonesia,” ungkapnya.
Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama pribadi, tetapi juga memperkuat kiprah D4 Tata Boga, Universitas Negeri Yogyakarta dalam kancah akademik internasional, khususnya di bidang inovasi material kemasan pangan yang berkelanjutan.
